Kimia Medisinal 4

 

Stabilitas merupakan salah satu sifat fisikokimia suatu obat . Stabilitas obat adalah derajat degradasi suatu obat dipandang dari segi kimia. Stabilitas obat dapat  diketahui dari ada tidaknya penurunan kadar  selama penyimpanan . Peranan ahli farmasi terhadap stabilitas suatu sediaan obat sangatlah penting, baik obat-obatan yang bentuk padat hingga sediaan yang berbentuk cair. Dilihat dari tingkat ketidakstabilan senyawa obat, sediaan cair merupakan sediaan yang cenderung tidak stabil dan lebih mudah mengalami ketidakstabilan fisik maupun kimia. Adapun evaluasi stabilitas fisik yang dilakukan meliputi organoleptis, volume sedimentasi, redispersi, massa jenis, viskositas, dan pengukuran pH.

Link Youtube Materi Pertemuan 4 " sifat-sifat fisiko kimia obat" (Stabilitas)

https://youtu.be/UBlqbJK6YBg

Komentar

  1. Pada evaluasi stabilitas fisik suspensi ibuprofen volume sedimentasi yang dilihat berdasarkan hasil perhitungan nilai F, sediaan mengalami penurunan setelah penyimpanan 30 hari, apakah pengaruh dari penurunan volume sedimentasi ini terhadap stabilitas sediaan suspensi? dan apa penyebab dari penurunan ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuan dilakukan Uji volume sedimentasi untuk mengetahui rasio pengendapan yang terjadi selama penyimpanann dalam waktu tertentu. Uji ini merupakan salah satu pengujian yang sangat penting karena baik tidaknya suspensi dapat dilihat dari volume pengendapan yang dihasilkan. Sehingga penurunan volume sedimentasi ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas sediaan suspensi . Pengujian volume sedimentasi suspensi yang baik memilki harga < 1 atau > 1 . Penyebab penurunan volume sedimentasi dapat dipengaruhi oleh viskositas suspensi, semakin besar viskositas suspensi maka semakin lambat proses pengendapannya dikarenakan semakin besar daya tahan yang diberikan bahan pensuspensi.

      Hapus
  2. viskositas akan mengalami penurunan pada saat 30 hari penyimpanan dan di pengaruhi oleh perubahan temperatur selain itu penurunan viskositas dari suspensi dengan bahan pensuspensi dari golongan polisakarida itu dipengaruhi oleh adanya bakteri yang tumbuh, bagaimana cara bakteri itu bekerja sehingga menyebabkan ada penurunan viskositas dari suatu sediaan suspensi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sediaan yang mengandung air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan jamur . Cara bakteri tersebut bekerja pada sediaan suspensi yang disimpan dalam jangka waktu cukup lama atau seiring dengan bertambahnya usia sediaan tersebut dapat mengakibatkan adanya pertumbuhan bakteri dan jamur pada sediaan tersebut jika tidak adanya penambahan pengawet sehingga menyebabkan penurunan viskositas . seperti , sediaan cair yang mengandung natrosol HBR akan disimpan dalam jangka waktu lama, jika tidak ditambahkan pengawet dapat tumbuh bakteri atau jamur sehingga perlu ditambahkan bahan pengawet yang efektif seperti natrium benzoat dan asam sorbat

      Hapus
  3. Disebutkan pada uji stabilitas fisik suspensi ibuprofen redispersi akan mudah jika didispersikan jika nilai F dan viskositas lebih tinggi, kemudian jika nilai F rendah itu telah menunjukkan bahwa telah terjadi penggumpalan/caking. pertanyaan saya mengapa nilai F yang rendah itu menunjukan terjadinya caking? dan apa keterkaitan nilai F yang rendah tersebut dengan pembentukan gumpalan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji redispersi dilakukan untuk mengetahui kemampuan suspensi untuk terdispersi kembali secara homogen setelah terjadi pengendapan . Kemudian untuk jawaban nilai F yang rendah itu menunjukkan terjadinya caking , nilai F merupakan nilai volume sedimentasi , dimana bila nilai F = 1 atau mendekati 1 maka sediaan baik karena tidak adanya supernatan jernih pada pendiaman sedangkan jika nilai F yang rendah menunjukkan laju sedimentasi lambat yang mencegah cairan terperangkap dan sulit terdispersi kembali dengan pengocokan atau disebut cracking sehingga nilai F yang rendah sangat berkaitan terhadap pembentukan gumpalan tersebut.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isolasi Senyawa Bioaktif 9

Isolasi Senyawa Bioaktif 15